Abu Hanifah dan Ilmuwan Atheis

Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari kalangan bangsa Romawi.Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi.Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang kafir itu naik ke atas
mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat dengannya.Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : "Inilah saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena usianya yang masih muda.Abu Hanifah berkata, "sekarang apa yang akan kita perdebatkan!".
Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai pertanyaannya :

Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan?
Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula melahirkan".

Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan tidak ada sesuatu sebelum-Nya?, pada tahun berapa Dia ada?
Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.

Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan!
Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan?
Atheis : Ya.
Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu?
Atheis : Tidak ada angka (nol).
Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang hakiki tidak ada yang mendahului-Nya?

Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang?, sesuatu yang ada pasti ada tempatnya.
Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?, apakah di dalam susu itu keju?
Atheis : Ya, sudah tentu.
Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana tempatnya keju itu sekarang?
Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu diseluruh bagian.
Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku untuk menetapkan tempat Allah Ta'ala?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan!

Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas?
Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal?
Atheis :Ya, pernah.
Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan tuan dan menggerakgerakan anggota tubuhnya. Lalu tiba-tiba diam tak bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu?
Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana?
Atheis : Ya, masih ada.
Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas?
Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk mengutarakan zat Allah Ta'ala?!!

Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab segala sesuatu pasti mempunyai arah?
Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?
Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu, bagaimana dengan
Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur cahaya langit dan bumi.

Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya?
Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.
Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air kecil dan besar?
Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu tuan. Hidup dan makan
minum selama sembilan bulan, akan tetapi tidak pernah buang air kecil dan besar disana. Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke dunia.

Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan habis-habisnya jika
dinafkahkan?
Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila dinafkahkan malah bertambah
banyak, seperti ilmu. Semakin diberikan (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.

"Ya! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa yang sedang Allah kerjakansekarang?" tanya Atheis.
"Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah.
Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas."Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?".
Ilmuwan kafir mengangguk."Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak dijelaskan. Pekerjaan-Nya sekarang
ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu".Para hadirin puas dengan jawapan yang diberikan oleh Abu Hanifah dan begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.

Baginda (Nabi Muhammad S.A.W) Yang Mengasihi Umat Nya

Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas ra, bapa saudara Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW telah bersabda, yang bermaksud:
“Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi-nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur, mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: “Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul.” Ibnu Abbas ra berkata: “Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian-pakaian syurga.”

Jibril as akan menyeru: “Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad SAW?”

Bumi akan berkata: “Sesungguhnya, Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran, tanda dan gunung-ganangku. Aku tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW.”

Rasulullah SAW bersabda: “Lalu diangkatkan tiang-tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka, empat malaikat berada di atas kubur.”

Israfil bersuara: “Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!”

Maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika Rasulullah SAW berdiri, baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda SAW. Baginda SAW melihat kanan dan kiri. Baginda SAW dapati, tiada lagi bangunan. Baginda SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Jibril as berkata kepadanya: “Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas.”

Baginda SAW bertanya, “Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?”

Jibril as menjawab: “Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah Taala.”

Baginda SAW bersabda: “Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!”

Jibril as berkata: “Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?”

Baginda SAW bersabda: “Bukan seperti itu pertanyaanku.”

Jibril as berkata: “Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?”

Baginda SAW bersabda: “Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?”

Jibril as berkata: “Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia, sebelummu?”

Baginda SAW bersabda: “Nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.”

Jibril as berkata kepada baginda SAW: “Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad SAW dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!”

Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad SAW. Buraq cuba meronta-ronta. Jibril as berkata kepadanya: “Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?”

Buraq berkata: “Aku tahu semua itu. Akan tetapi, aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku. Sesungguhnya, Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini.”

Baginda SAW bersabda kepada Buraq: “Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku, nescaya aku memberi syafaat kepadamu.”

Setelah berpuas hati, Buraq membenarkan baginda SAW menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata. Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih, malaikat Israfil as menyeru: “Wahai tubuh-tubuh yang telah hancur, tulang-tulang yang telah reput, rambut-rambut yang bertaburan dan urat-urat yang terputus-putus! Bangkitlah kamu dari perut burung, dari perut binatang buas, dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.

Roh-roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh, akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya, terbinalah tulang-tulang. Urat-urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.

Allah Taala berfirman: “Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita.”

Malaikat Israfil as menjerit: “Wahai roh-roh yang telah hancur! Kembalilah kamu kepada tubuh-tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam.”

Allah Taala berfirman:
“Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh-tubuhnya!”

Apabila roh-roh mendengar sumpah Allah Taala, roh-roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka, kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad-jasad mereka. Apabila semuanya sedia, masing-masing melihat.

Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul Maqdis, melihat makhluk-makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu umat (kumpulan). Nabi SAW berhenti memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti gelombang lautan.

Jibril as menyeru: “Wahai sekalian makhluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala.”

Umat-umat datang di dalam keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat, baginda SAW akan bertanya: “Di mana umatku?”

Jibril as berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir.”

Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru: Tempatmu!” Maka nabi Isa as dan Jibril as menangis.

Nabi Muhammad SAW berkata: “Mengapa kamu berdua menangis.”

Jibril as berkata: “Bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?”

Nabi Muhammad bertanya: “Di mana umatku?”

Jibril as berkata: “Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan.”

Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya: “Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?”

Jibril as berkata: “Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW!”

Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka, mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala muliakannya. Mereka gembira kerana dapat bertemu dengan baginda SAW. Baginda SAW juga gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: “Wahai Muhammad!”

Air mata mereka mengalir di pipi. Orang-orang zalim memikul kezaliman mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai umatku.” Mereka berkumpul di sisinya. Umat-umatnya menangis.

Ketika mereka di dalam keadaan demikian, terdengar dari arah Allah Taala seruan yang menyeru: “Di mana Jibril?”
Jibril as berkata: “Jibril di hadapan Allah, Tuhan semesta alam.”

Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: “Di mana umat Muhammad SAW?”

Jibril as berkata: “Mereka adalah sebaik umat.”

Allah Taala berfirman: “Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad SAW bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu.”

Jibril as kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: “Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala.”

Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya lalu berkata: “Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala.”

Orang-orang yang berdosa menangis kerana terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala. Allah Taala berfirman: “Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik-baik kepadaKu tuduhan apa-apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!”

Hamba-hamba Allah Taala terdiam. Allah Taala berfirman: “Hari ini, Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini, Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan, Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik, penjaga neraka! Katakanlah kepadanya, bawakan Jahanam!”

Jibril pergi berjumpa Malik, penjaga neraka lalu berkata: “Wahai Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam.”

Malik bertanya: “Apakah hari ini?”

Jibril menjawab: “Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.”

Malik berkata: “Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan makhluk?”

Jibril menjawab: “Ya!”

Malik bertanya: “Di mana Muhammad dan umatnya?”

Jibril berkata: “Di hadapan Allah Taala!”

Malik bertanya lagi: “Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?”

Jibril berkata: “Aku tidak tahu!”

Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerunkan. Neraka berdiri di atas tiang-tiangnya. Neraka mempunyai tiang-tiang yang keras, kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis).

Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak-kanak mula beruban rambut. Ibu-ibu yang memikul anaknya mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk.

Rasulullah SAW Membela Umatnya

Di padang mahsyar orang yang mula-mula berusaha ialah nabi Ibrahim as. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: “TuhanKu dan Penguasaku! Aku adalah khalilMu Ibrahim. Kasihanilah kedudukanku pada hari ini! Aku tidak meminta kejayaan Ishak dan anakku pada hari ini.”

Allah Taala berfirman: “Wahai Ibrahim! Adakah kamu melihat Kekasih mengazab kekasihnya.”

Nabi Musa as datang. Baginda bergantung dengan asap Arsy yang naik lalu menyeru: “KalamMu. Aku tidak meminta kepadaMu melainkan diriku. Aku tidak meminta saudaraku Harun. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!”

Isa as datang di dalam keadaan menangis. Baginda bergantung dengan Arsy lalu menyeru: “Tuhanku… Penguasaku.. Penciptaku! Isa roh Allah. Aku tidak meminta melainkan diriku. Selamatkanlah aku dari kacau bilau Jahanam!”

Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad SAW menyeru: “Tuhanku.. Penguasaku Penghuluku…. !Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku dariMu!”

Ketika itu juga, neraka Jahanam berseru: “Siapakah yang memberi syafaat kepada umatnya?”

Neraka pula berseru: “Wahai Tuhanku… Penguasaku dan Penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaannya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku, bara apiku, penyeksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan.”

Malaikat Zabaniah menolaknya sehingga terdampar di kiri Arsy. Neraka sujud di hadapan Tuhannya.

Allah Taala berfirman: “Di mana matahari?” Maka, matahari dibawa mengadap Allah Taala. Ia berhenti di hadapan Allah Taala.

Allah Taala berfirman kepadanya: “Kamu! Kamu telah memerintahkan hambaKu untuk sujud kepada kamu?”

Matahari menjawab. “Tuhanku! Maha Suci diriMu! Bagaimana aku harus memerintahkan mereka berbuat demikian sedangkan aku adalah hamba yang halus?”

Allah Taala berfirman: “Aku percaya!”

Allah Taala telah menambahkan cahaya dan kepanasannya sebanyak 70 kali ganda. Ia telah dihampirkan dengan kepala makhluk.”

Ibnu Abbas r.h. berkata: “Peluh manusia bertiti dan sehingga mereka berenang di dalamnya. Otak-otak kepala mereka menggeleggak seperti periuk yang sedang panas. Perut mereka menjadi seperti jalan yang sempit.

Air mata mengalir seperti air mengalir. Suara ratap umat-umat manusia semakin kuat.

Nabi Muhammad SAW lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, baginda SAW sujud di hadapan Arsy dan sekali lagi, baginda SAW rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya.

Para Nabi melihat keluh kesah dan tangisannya. Mereka berkata: “Maha Suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah Taala ini begitu mengambil berat, hal keadaan umatnya.

Daripada Thabit Al-Bani, daripada Usman Am Nahari berkata: “Pada suatu hari Nabi SAW menemui Fatimah Az-Zahara’ r.h. Baginda SAW dapati, dia sedang menangis.”

Baginda SAW bersabda: “Permata hatiku! Apa yang menyebabkan dirimu menangis?”

Fatimah menjawab: “Aku teringat akan firman Allah Taala.”

“Dan, kami akan mehimpunkan, maka Kami tidak akan mengkhianati walau seorang daripada mereka.”
Lalu Nabi SAW pun menangis. Baginda SAW bersabda: “Wahai permata hatiku! Sesungguhnya, aku teringat akan hari yang terlalu dahsyat. Umatku telah dikumpulkan pada hari kiamat dikelilingi dengan perasaan dahaga dan telanjang. Mereka memikul dosa mereka di atas belakang mereka. Air mata mereka mengalir di pipi.”

Fatimah r.h. berkata: “Wahai bapaku! Apakah wanita tidak merasa malu terhadap lelaki?”

Baginda SAW menjawab: “Wahai Fatimah! Sesungguhnya, hari itu, setiap orang akan sibuk dengan untung nasib dirinya. Adapun aku telah mendengar Firman Allah Taala:” Bagi setiap orang dari mereka, di hari itu atau satu utusan yang melalaikan dia.

( Abasa: 37)

Fatimah ra. bertanya: “Di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?”

Baginda SAW menjawab: “Kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum umatku.”

Fatimah r.h. bertanya lagi: “Sekiranya aku dapati kamu tiada di telaga?”

Baginda SAW bersabda: “Kamu akan menjumpaiku di atas Sirat sambil dikelilingi para Nabi. Aku akan menyeru: “Tuhan Kesejahteraan! Tuhan Kesejahteraan! Para malaikat akan menyambut: “Aamiin.”

Ketika itu juga, terdengar seruan dari arah Allah Taala lalu berfirman: “Nescaya akan mengikuti kata-katanya pada apa yang kamu sembah.”

Setiap umat akan berkumpul dengan sesuatu yang mereka sembah. Ketika itu juga, neraka Jahanam melebarkan tengkuknya lalu menangkap mereka sebagaimana burung mematuk kacang.

Apabila seruan dari tengah Arsy kedengaran, maka manusia yang menyembahNya datang beriring. Sebahagian daripada orang yang berdiri di situ berkata: “Kami adalah umat Muhammad SAW!”

Allah Taala berfirman kepada mereka: “Mengapa kamu tidak mengikuti orang yang kamu sembah?”

Mereka berkata: “Kami tidak menyembah melainkan Tuhan Kami. Dan, kami tidak menyembah selainNya.”

Mereka ditanya lagi: “Kami mengenali Tuhan kamu?”

Mereka menjawab: “Maha Suci diriNya! Tiada yang kami kenali selainNya.”

Apabila ahli neraka dimasukkan ke dalamnya untuk diazab, umat Muhammad SAW mendengar bunyi pukulan dan jeritan penghuni neraka. Lalu malaikat Zabaniah mencela mereka. Mereka berkata: “Marilah kita pergi meminta syafaat kepada Muhammad SAW!”

Manusia berpecah kepada tiga kumpulan.
1. Kumpulan orang tua yang menjerit-jerit.
2. Kumpulan pemuda.
3. Wanita yang bersendirian mengelilingi mimbar-mimbar.

Mimbar para Nabi didirikan di atas kawasan lapang ketika kiamat. Mereka semua berminat terhadap mimbar Nabi Muhammad SAW. Mimbar Nabi Muhammad SAW terletak berhampiran dengan tempat berlaku kiamat. Ia juga merupakan mimbar yang paling baik, besar dan cantik. Nabi adam as dan isterinya Hawa berada di bawah mimbar Nabi SAW.

Hawa melihat ke arah mereka lalu berkata: “Wahai Adam! Ramai dari zuriatmu dari umat Muhammad SAW serta cantik wajah mereka. Mereka menyeru: “Di mana Muhammad?”

Mereka berkata: “Kami adalah umat Muhammad SAW. Semua umat telah mengiringi apa yang mereka sembah. Hanya tinggal kami sahaja. Matahari di atas kepala kami. Ia telah membakar kami. Neraka pula, cahaya juga telah membakar kami. Timbangan semakin berat. Oleh itu tolonglah kami agar memohon kepada Allah Taala untuk menghisab kami dengan segera! Sama ada kami akan pergi ke syurga atau neraka.”

Nabi Adam as berkata: “Pergilah kamu dariku! Sesungguhnya aku sibuk dengan dosa-dosaku. Aku mendengar firman Allah Taala: Dan dosa Adam terhadap Tuhannya kerana lalai. Mereka pergi berjumpa nabi Nuh as yang telah berumur, umur yang panjang dan sangat sabar. Mereka menghampirinya. Apabila nabi Nuh as melihat mereka, dia berdiri.

Pengikut (umat Nabi Muhammad SAW) berkata: “Wahai datuk kami, Nuh! Tolonglah kami terhadap Tuhan kami agar Dia dapat memisahkan di antara kami dan mengutuskan kami dari ahli syurga ke syurga dan ahli neraka ke neraka.”
Nabi Nuh as berkata: “Sesungguhnya, aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah mendoakan agar kaumku dimusnahkan. Aku malu dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Ibrahim kekasih Allah Taala! Mintalah kepadanya agar menolong kamu!”

Nabi Ibrahim as berkata: “Sesungguhnya aku pernah berbohong di dalam usiaku sebanyak tiga pembohongan di dalam Islam. Aku takut dengan Tuhanku. Pergilah kamu berjumpa Musa as! Mintalah pertolongan darinya!”

Nabi Musa as berkata: “Aku sibuk dengan kesalahanku. Aku pernah membunuh seorang jiwa tanpa hak. Aku membunuhnya bukan dari kemahuanku sendiri. Aku dapati dia melampaui batas terhadap seorang lelaki Islam. Aku ingin memukulnya. Aku terperanjat kerana menyakitinya lalu menumbuk lelaki tersebut. Ia jatuh lalu mati. Aku takut terhadap tuntutan dosaku. Pergilah kamu berjumpa Isa as!”

Mereka pergi berjumpa nabi Isa a.s. Nabi Isa a.s. berkata: “Sesungguhnya Allah Taala telah melaknat orang-orang Kristian. Mereka telah mengambil aku, ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah Taala. Hari ini, aku malu untuk bertanya kepadaNya mengenai ibuku Mariam.”

Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra’ sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat Nabi Muhammad SAW dia berkata: “Ini umat Nabi Muhammad SAW. Mereka telah sesat dari Nabi mereka.”

Suara Mariam, telah didengari oleh Nabi Muhammad SAW Nabi Adam a.s. berkata kepada nabi Muhammad SAW. “Ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah Taala.”

Nabi Muhammad SAW menjerit dari atas mimbar lalu bersabda: “Marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah Taala untukmu!”

Umat Nabi Muhammad SAW berkumpul di sisinya.

Terdengar suara seruan: “Wahai Adam! Ke marilah kepada Tuhanmu!” Nabi Adam as berkata: “Wahai Muhammad! Tuhanku telah memanggilku. Moga-moga Dia akan meminta kepadaku.”

Nabi Adam as pergi menemui Allah Taala. Allah Taala berfirman kepadanya: “Wahai Adam! Bangunlah dan hantarkan anak-anakmu ke neraka!”

Nabi Adam as bertanya: “Berapa ramai untukku kirimkan?”

Allah Taala berfirman: Setiap seribu lelaki kamu hantarkan seorang ke syurga, 999 orang ke neraka.”

Allah Taala berfirman lagi:
“Wahai Adam! Sekiranya Aku tidak melaknat orang yang berdusta dan Aku haramkan pembohongan, nescaya Aku akan mengasihi anakmu keseluruhannya. Akan, tetapi, Aku telah janjikan syurga bagi orang yang mentaatiKu Neraka pula bagi orang yang menderhakaiKu Aku tidak akan memungkiri janji Wahai Adam! Berhentilah di sisi Mizan (timbangan). Sesiapa yang mempunyai berat pada kebaikannya daripada dosanya walaupun seberat biji sawi, bawalah dia untuk memasuki syurga tanpa perlu berunding denganKu! Sesungguhnya Aku telah menjadikan bagi mereka, satu kejahatan dengan satu dosa. Manakala satu kebaikan dengan sepuluh pahala agar memberitahu mereka bahawa, sesungguhnya Aku tidak akan memasukkan mereka ke dalam neraka melainkan setiap yang kembali akan dikembalikan dengan dosa bagi orang yang melampaui batas.”

Nabi Adam as berkata: “Tuhanku! Penguasaku! Engkau lebih utama bagi menghisab berbanding aku. Hamba itu adalah hambaMu dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang ghaib!”

Umat Muhammad SAW Diseru Meniti Sirat

Allah Taala menyeru: “Wahai Muhammad! Bawalah umatmu untuk dihisab dan lintaskan mereka di atas Sirat yang dilebarkan. Panjangnya sejauh 500 tahun perjalanan.”

Malaikat Malik berdiri di pintunya (neraka). Dia menyeru: “Wahai Muhammad! Sesiapa yang datang dari umatmu dan bersamanya ada perlepasan dari Allah Taala, maka dia akan terselamat. Sekiranya sebaliknya maka, dia akan terjatuh di dalam neraka. Wahai Muhammad! Katakan kepada orang yang diringankan agar berlari! Katakan kepada orang yang diberatkan agar berjalan!”

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada malaikat Malik: “Wahai Malik! Dengan kebenaran Allah Taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu.”

Malaikat Malik memalingkan mukanya dari umat Nabi Muhammad SAW. Umat Nabi Muhammad SAW telah di pecahkan kepada sepuluh kumpulan. Nabi Muhammad SAW mendahului mereka lalu bersabda kepada umatnya: “Ikutlah aku wahai umatku di atas Sirat ini!”

Kumpulan pertama berjaya melintasi seperti kilat yang memancar. Kumpulan kedua melintasi seperti angin yang kencang. Kumpulan ketiga melintasi seperti kuda yang baik. Kumpulan yang keempat seperti burung yang pantas. Kumpulan yang kelima berlari. Kumpulan keenam berjalan. Kumpulan ketujuh berdiri dan duduk kerana mereka dahaga dan penat. Dosa-dosa terpikul di atas belakang mereka.

Nabi Muhammad SAW berhenti di atas Sirat. Setiap kali, baginda SAW melihat seorang dari umatnya bergayut di atas Sirat, baginda SAW akan menarik tangannya dan membangunkan dia kembali. Kumpulan kelapan menarik muka-muka mereka dengan rantai kerana terlalu banyak kesalahan dan dosa mereka. Bagi yang buruk, mereka akan menyeru: “Wahai Muhammad SAW!”

Nabi Muhammad SAW berkata: “Tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan! Selamatkan mereka!

Kumpulan ke sembilan dan ke sepuluh tertinggal di atas Sirat. Mereka tidak diizinkan untuk menyeberang. Dikatakan bahawa, di pintu syurga, ada pokok yang mempunyai banyak dahan. Bilangan dahannya tidak terkira melainkan Allah Taala sahaja yang mengetahui. Di atasnya ada kanak-kanak yang telah mati semasa di dunia ketika umur mereka dua bulan, kurang dan lebih sebelum mereka baligh. Apabila mereka melihat ibu dan bapa mereka, mereka menyambutnya dan mengiringi mereka memasuki syurga. Mereka memberikan gelas-gelas dan cerek serta tuala dari sutera. Mereka memberi ibu dan bapa mereka minum kerana kehausan kiamat. Mereka memasuki syurga bersama-sama.

Hanya tinggal, kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka. Suara tangisan mereka semakin nyaring.
Mereka berkata: “Aku mengharamkan syurga bagi diriku sehingga aku melihat bapa dan ibuku.”

Kanak-kanak yang belum melihat ibu dan bapa mereka telah berkumpul. Mereka berkata: “Kami masih di dalam keadaan yatim di sini dan di dunia.”

Malaikat berkata kepada mereka: “Bapa-bapa dan ibu-ibu kamu terlalu berat dosa mereka. Mereka tidak diterima oleh syurga akibat dosa mereka.”

Mereka terus menangis malah lebih kuat dari sebelumnya lalu berkata: “Kami akan duduk di pintu syurga moga-moga Allah Taala mengampuninya dan menyatukan kami dengan mereka.”

Demikianlah! Orang yang melakukan dosa besar akan dikurung di tempat pembalasan yang pertama oleh mereka iaitu Sirat. Ia dipanggil “Tempat Teropong.” Kaki-kaki mereka akan tergantung di Sirat.

Nabi Muhammad SAW melintasi Sirat bersama orang-orang yang soleh di kalangan yang terdahulu dan orang yang taat selepasnya. Di hadapannya, ada bendera-bendera yang berkibaran. Bendera Kepujian berada di atas kepalanya.

Apabila bendera baginda menghampiri pintu syurga, kanak-kanak akan meninggikan tangisan mereka. Rasulullah SAW bersabda:
“Apa yang berlaku pada kanak-kanak ini?” Malaikat menjawab: “Mereka menangis kerana berpisah dengan bapa dan ibu mereka. “Nabi SAW bersabda: “Aku akan menyelidiki khabar mereka dan aku akan memberi syafaat kepada mereka, Insya Allah.”

Nabi Muhammad SAW memasuki syurga bersama umatnya yang berada di belakang. Setiap kaum akan kekal didalam rumah-rumah mereka. Kita memohon kepada Allah Taala agar memasukkan kita di dalam keutamaan ini dan menjadikan kita sebahagian daripada mereka.

Perihal Yahudi Kini

Pernahkah kita terfikir mengapa bangsa Yahudi menjadi bangsa yang begitu kuat pada hari ini? Walhal mereka adalah bangsa yang dikutuk dan dihina bukan sekadar dalam al-Quran, malah turut tersebut dalam kitab-kitab lain sehingga dianggap sebagai bangsa perosak.

Dalam sejarah dunia, Yahudi pernah dianggap parasit sehingga Jerman di bawah Nazi pimpinan Adolf Hitler tidak teragak-agak melakukan penyembelihan enam juta umat Yahudi ketika Perang Dunia Kedua melalui peristiwa Holocoust.. Sekalipun ada pihak yang mendakwa peristiwa ini dakyah Yahudi tetapi perlu diingat bahawa tidak pernah dalam sejarah moden sesebuah bangsa dihina sebegitu hebat.

Dianggarkan terdapat 14 juta Yahudi di seluruh dunia pada hari ini. Tujuh juta berada di Amerika Syarikat, lima juta di Asia dan dua juta di Eropah manakala 100 000 lagi di Afrika. Umat Islam pula dianggarkan 1.4 bilion yang terdiri daripada pelbagai bangsa dan kaum di atas muka bumi ini. Ini bermakna bagi setiap Yahudi terdapat 100 umat Islam tetapi mengapa Yahudi hari ini beratus kali ganda kuat berbanding semua kekuatan umat Islam yang ada di dunia?

Albert Enstine, saintis berketurunan Yahudi dinobatkan sebagai Person of The Century oleh Time. Sigmund Frud yang menemui teori Psikoanalisis juga seorang Yahudi. Karl Marx, Paul Samuelson, Milton Friedman dan beribu lagi sarjana tersohor serta manusia popular di dunia adalah berbangsa Yahudi.

Selain itu beratus lagi sarjana dan cendekiawana Yahudi telah memberi sumbangan dalam peradaban dunia. Benjamin Rubin mencipta jarum vaksin moden (picagari), Albert Sabin membangunkan vaksin polio yang pertama, Gertude Elion menemui dadah melawan leukemia, Baruch Blumberg membangunkan vaksin untuk Hapititis B, Paul Ehrlich menemui rawatan penyakit siflis, Elie Metcnikoff memenangi hadiah Nobel melalui kajiannya mengenai penyakit berjangkit.

Benard Katz memenangi hadiah Nobel melalui kajian transmisi meuromuskular, Andrew Schally memenangi hadiah Nobel melalui indocrinology (kegagalan sistem indokrin yang menyebabkan diabetis dan hyperthyroidism). Aaron Beck menemui terapi kognitif (terapi merawat pesakit mental), Gregory Pincus membangunkan pil kontraseptif pertama, George Wald memenangi hadiah Nobel hasil penemuan lanjut mengenai mata manusia. Stanley Cohen memenangi hadiah Nobel hasil kajiannya mengenai embriologi (kajian janin manusia) dan Willem Kolf mencipta mesin dialisis buah pinggang.

Untuk tempoh 150 tahun lalu, 14 juta Yahudi telah memenangi sedozen hadiah Nobel tetapi umat Islam yang hanya berjumlah 1.4 bilion hanya 3 hadiah Nobel. Mengapa Yahudi begitu berkuasa?

Stanley Mezor mencipta cip pemprosesan data yang pertama, Leo Szilard membangunkan rektor nuklear yang pertama, Peter Schultz mencipta kabel fiber optik, Charles Adler mencipta lampu isyarat, Benno Strauss menemui besi keluli, Isador Kissee menghasilkan filem bersuara, Emile Berliner mencipta telefon moden dan Charles Ginsburg mencipta perakam video.

Ahli perniagaan tersohor dunia berketurunan Yahudi adalah seperti Ralph Lauren dengan jenama Polo, Levis Strauss, Howard Schultz (Starbuck), Sergey Brin (Goggle), Michael Dell (Dell Computers), Larry Ellison (Oracle), Dona Karan (DKNY), Irv Robbins (Baskin & Robbins) dan Bill Rosenberg (Dunkin Donuts)

Presiden Universiti Yale, Richard Levin Yahudi. Begitu juga dengan Henry Kessinger (Setiausaha Negara Amerika Syarikat), Alan Greenspan (Penasihat Presiden Amerika Syarikat), Joseph Lieberman dan Madeline Albright (Setiausaha Negara Amerika Syarikat), Casper Weinberger (Mantan Setiausaha Pertahanan Amerika Syarikat), Maxim Litvinov (Mantan Menteri Luar Kesatuan Soviet/USSR), Isac Issacs (Gabenor Janeral Australia), Benjamin Disraeli (Penulis British Tersohor), Yevgeny Primakov (Mantan Perdana Menteri Rusia), Bary Goldwater serta kumpulan penyelidikkan saintis di seluruh dunia majoritinya adalah diketuai Yahudi.

Walter Annenberg juga seorang Yahudi yang membina ratusan perpustakaan sehingga mencecah nilai RM 7.2 bilion. Dalam sukan Olimpik, Mark Spitz mencipta sejarah memenangi tujuh pingat emas acara renang dalam satu pertandingan, Lenny Krayzelburg memenangi tiga pingat emas. Spitz Krayzelburg dan Boris Becker kesemuanya adalah Yahudi asli.

Tidak cukup dengan itu tahukah anda juga bahawa Harrison Ford, George Burns, Tony Curtis, Charles Bronson, Sandra Bullock, Billy Crystal, Woody Allen, Paul Newman, Peter Sellers, Dustin Hoffman, Michael Douglas, Ben Kingsley, Kirk Douglas, Goldie Hawn, Cary Grant, William Shatner, Jerry Lewis dan Peter Falk kesemuanya juga adalah artis dan bintang popular Hollywood berketurunan Yahudi. Malah dunia perfileman dan industri Hollywood itu sendiri dibuka oleh Yahudi.

Tambahan lagi Steven Spielberg, Mel Brooks, Oliver Stone, Aaron Spelling (Beverly Hills 90210), Neil Simon (The Old Couple), Andrew Vaina (Rambo) Michael Man (Starsky and Hutch), Milos Forman (One flew over the Cuckoo’s Nest), Douglas Fairbanks dan Ivan Reitman (Ghostbusters) adalah semuanya Yahudi.

Malah yang menguasai dan menjadi pelobi utama Kongres Amerika Syarikat adalah Suruhanjaya Hal Ehwal Amerika Israel (AIRPAC). Jika Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert menemui teori bumi ini rata, AIPAC sudah pasti akan menghantar resolusi menekan Dewan Kongres Amerika Syarikat untuk menghantar ucapan tahniah kepada Israel atas penemuan tersebut.

William James antara manusia terbijak di dunia dengan IQ antara 250 hingga 300 juga berketurunan Yahudi. Persoalannya mengapa mereka begitu hebat? Kerana Yahudi menikmati pendidikan terbaik. Mengapa pula umat Islam terus mundur? Kerana kita umat Islam kurang mementingkan ilmu dalam pembinaan peradaban dan kemajuan yang kita kecapi pada hari ini.

Daripada 1, 476 233 470 umat Islam di dunia pada hari ini iaitu satu bilion di Asia, 400 juta di Afrika, 44 juta di Eropah dan enam juta lagi di Amerika. Semuanya Islam dan dari setiap satu penganut Hindu dan Buddha ada dua umat Islam serta bagi setiap satu Yahudi ada 100 umat Islam. Namun mengapa umat Islam lemah? Benar sabda Rasulullah bahawa umat Islam akhir zaman ibarat buih di lautan sekalipun banyak tetapi hanya mengikut arus ke mana ia pergi.

Terdapat 57 negara OIC dan dijumlahkan kesemuanya terdapat lebih kurang 500 universiti yang dimiliki umat Islam bersamaan tiga universiti untuk setiap tiga juta penduduk. Di Amerika Syarikat terdapat 5758 universiti dan India 8407 universiti. Namun pada tahun 2006 kajian oleh Universiti Jiao Tong yang membuat perangkaan akademik bagi seluruh universiti di dunia. Tidak ada satu pun universiti umat Islam berada di tangga 500 teratas dan terbaik dunia.

Data yang dikumpulkan oleh Program Pembangunan PBB (UNDP) pula menunjukkan kadar celik huruf di negara yang majoritinya penduduk beragama Kristian berada pada paras 90 peratus dengan 15 daripadanya memiliki kadar 100 peratus. Bagi negara yang majoritinya umat Islam pula adalah sekitar 40 peratus dan tiada negara Islam yang mencatatkan kadar celik huruf sepenuhnya sedangkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah di Jabal Nur, Gua Hira adalah Iqraa (bacalah!).

Sebanyak 98 peratus penganut Kristian yang celik huruf menamatkan sekolah menengah, Cuma 50 peratus umat Islam yang berbuat sedemikian. Sekitar 40 peratus umat Kristian yang celik huruf ini pula melanjutkan pengajian sehingga ke universiti tetapi tidak lebih dua peratus umat Islam yang berbuat sedemikian.

Negara Islam mempunyai 230 saintis bagi setiap juta umat Islam. Amerika Syarikat pula memiliki 4000 saintis bagi sejuta penduduk sementara Jepun memiliki 5000 saintis bagi setiap juta rakyatnya. Di seluruh Arab dianggarkan terdapat 35 000 penyelidik sepenuh masa dan 50 juruteknik bagi setiap juta penduduknya tetapi penganut Kristian memiliki 1000 juruteknik bagi sejuta penduduknya.

Bagi setiap negara Islam kita hanya membelanjakan sekitar 0.2 peratus KDNK bagi tujuan Penyelidikkan dan Pembangunan (R&D) dan ini memberikan isyarat yang jelas betapa pembudayaan ilmu yang lemah dalam dunia Islam menyebabkan kita tidak memiliki keupayaan untuk menjadi pendominasi lapangan ilmu pengetahuan.

Akhbar dan buku boleh dijadikan pengukur dalam menentukan sama ada ilmu pengetahuan dihayati masyarakat dengan berkesan atau tidak. Di Pakistan terdapat 23 syarikat akhbar bagi 1000 rakyatnya sedangkan di Singapura terdapat 360 syarikat akhbar bagi 1000 penduduknya. Jika di United Kingdom (Britain) terdapat 2000 judul buku bagi setiap juta penduduknya dengan 20 judul bagi setiap angka yang sama di Mesir pula tidak ada. Kesimpulannya dunia Islam gagal menguasai ilmu pengetahuan dengan baik.

Hasil eksport produk berteknologi tinggi (termasuk bioteknologi) digunakan pula sebagai pengukur sama ada ilmu pengetahuan berjaya diaplikasikan dalam dunia Islam atau tidak. Pakistan mengeksport produk teknologi tinggi sekitar satu peratus. Manakala Arab Saudi, Kuwait, Maghribi dan Algeria pula mengeksport sekitar 0.3 peratus. Singapura pula mengeksport 58 peratus produk berteknologi tingginya ke seluruh dunia. Kesimpulannya kita masih lemah dan kurang berjaya dalam mengaplikasaikan penguasaan ilmu bagi peningkatan kualiti hidup kita.

Mengapa kita tidak berkuasa? Kerana kita gagal menguasai ilmu pengetahuan dengan baik. Mengapa tidak berkuasa? Kerana kita gagal meningkatkan kesedaran dan penghayatan kita terhadap ilmu, hikmah dan pedoman dalam kehidupan seharian kita. Mengapa kita lemah bagaikan buih dilautan seperti sabda Rasulullah? Kerana kurangnya keupayaan dan kesungguhan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam kehidupan seharian sedangka kita sedar betapa masa depan dunia dan peradaban baru yang hendak kita bina adalah dengan ilmu pengetahuan yang kita sia-siakan selama ini.

Sesuatu yang menarik tentang KDNK 57 negara OIC hanyalah berjumlah RM 7.2 trilion tetapi Amerika Syarikat secara peribadi memiliki penghasilan produk perkhidmatan bernilai RM 432 trilion, China RM 28.8 trilion, Jepun RM 14 trilion tetapi negara-negara seperti Arab Saudi, Emiriah Arab Bersatu, Kuwait dan Qatar secara puratanya menghasilkan produk dan perkhidmatan bernilai RM 1.8 trilion sementara Spanyol menghasilkan produk bernilai RM 3.6 trilion, Poland RM 1.7 trilion dan Thailand RM 9.1 trilion. Jadi, mengapakah umat Islam yang terbina dan bermula dengan wahyu Iqraa masih tidak berkuasa? Jawapannya kerana kita tidak mengendahkan dan menghayati kepentingan ilmu pengetahuan dalam kehidupan seharian kita berbanding bangsa-bangsa lain teramsuklah musuh kita Yahudi.

ENGLISH IS EVERYTHING. dulu ARABIC IS EVERYTHING. dua2 ini adalah bahasa tamadun, bahasa ilmu, bahasa ekonomi pada sesatu tamadun dan bahasa Al Quran.

ps: buku dan sumber kajian para saintis islam dicuri dan di’hakmilikkan’ oleh kaum yahudi… sumber asal dihapuskan… x de sape kisah sbb umat islam x tau kepentingan ilmu dari dulu sampailah kini… “Mereka yang berilmu mampu menakluki dunia….”

Surat Buat Ayah Ku Yang Tersayang...

Kisah ini terjadi disuatu pagi yang cerah....
mungkin tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan memeriksa bilik tidur anak gadisnya...yg berumur 18thn

Dia mendapati bilik itu cukup kemas dan rapi, dengan sekeping sampul surat yg bertuliskan untuk ayah diatas meja bacaan.. perlahan dia mula membuka surat itu...
--------------------------------------------------------
Ayahku yg tercinta,

Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan sangat menyesal. Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi meninggalkan rumah.
Aku pergi bersama kekasihku, dia lelaki yang baik, setelah bertemu dia..ayah mesti setuju
walaupun penuh dgn tatto2 ganas ditubuhnya,

Dia sudah cukup dewasa walaupun belum begitu tua (aku fikir zaman sekarang 42 tahun
tidaklah terlalu tua).

Dia sangat baik terhadapku, lebih2 lagi dia akan jd ayah kpd kandunganku ini. Dia memohonku untuk membiarkan anak ini lahir dan kita akan
membesarkannya bersama.

Dia punya bisnes perdagangan extacy yang
sangat luas, dia juga telah meyakinkanku bahawa marijuana itu tidak begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai mati memisahkan kami. Aku yakin bahawa para doktor akan menemukan ubat untuk AIDS jadi dia akan segera sembuh.

Aku tahu dia juga ada perempuan lain tapi aku percaya dia akan setia padaku dengan cara yang berbeza.

Ayah.. jangan risau akan keadaanku. Aku sudah 18 tahun sekarang, aku tahu menjaga diriku. Salam sayang untuk ayahku dan ibuku yg trcinta. Oh ya sebelum aku terlupa, berikan semua teddy bear dlm bilik ku ini untuk adikku yg sgt2 inginkannya......
----------------------------

keadaan si ayah bagaikan nk tercabut jantungnya ketika itu........lalu perlahan2 membuka muka surat kedua surat itu...dgn keadaan terketar2 si ayah membaca.......

PS: Ayah, .. tidak ada satupun dari yang aku tulis diatas itu benar, aku hanya ingin menunjukkan hal yg lebih mengerikan daripada nilai report kad ku yg buruk. Kalau ayah sudah menandatangani reportku diatas meja, panggil aku ya...Aku berada dirumah jiran sebelah jer.....

Tentang Blog Ku

Selamat Datang....
aku hnya insan yg tidak menahu apa2, aku cuma hendak membuat sesuatu yg lain, terima lah diri ku dengan seadaanya kerna aku tetap aku....

Segalanya hnya tuhan yang menentukan kita hnya mampu merancang & berusaha untuk mengubah nya semana yang mampu...


The Noob Author

Teriakan Ku

Lokasi Ku

Loading...

FEEDJIT Live Traffic Feed